SEJARAH BERDIRINYA PERSEBAYA
Persebaya didirikan oleh Paijo dan M.
Pamoedji pada 18 Juni1997. Pada
awal berdirinya, Persebaya bernama Soerabhaiasche
Indonesische Voetbal Bond (SIVB).
Pada saat itu di juga ada
Surabaya klub bernama Sorabaiasche
Voebal Bond (SVB), bonden(klub) ini berdiri pada
tahun 1910 dan pemainnya adalah orang-orang Belanda yang ada di Surabaya.
Pada tanggal 19 April 1930, SIVB bersama dengan VIJ
Jakarta, BIVB Bandung (sekarang Persib Bandung), MIVB (sekarang PPSM Magelang),
MVB (PSM Madiun), VVB (Persis Solo), PSM (PSIM Yogyakarta) turut membidani
kelahiran Persatuan Sepakbola
Seluruh Indonesia (PSSI) dalam
pertemuan yang diadakan di Societeit
Hadiprojo Yogyakarta. SIVB
dalam pertemuan tersebut diwakili oleh M. Pamoedji. Setahun kemudian kompetisi
tahunan antar kota/perserikatan diselenggarakan. SIVB berhasil masuk final
kompetisi perserikatan pada tahun 1938 meski kalah dari VIJ Jakarta.
Ketika Belanda kalah dari Jepang pada 1942,
prestasi SIVB yang hampir semua pemainnya adalah pemain pribumi dan sebagian kecil keturunan Tionghoa melejit dan kembali mencapai final
sebelum dikalahkan oleh Persis Solo. Akhirnya pada tahun 1943 SIVB berganti
nama menjadi Persibaja (Persatuan Sepak Bola Indonesia Soerabaja). Pada era ini
Persibaja diketuai oleh Dr. Soewandi. Kala itu, Persibaja berhasil meraih gelar
juara pada tahun 1950, 1951 dan 1952.
Tahun 1960, nama Persibaja diubah menjadi
Persebaya (Persatuan Sepak Bola Surabaya). Pada era perserikatan ini, prestasi
Persebaya juga istimewa. Persebaya adalah salah satu raksasa perserikatan selain
PSMS Medan, PSM Makassar, Persib Bandung maupun Persija Jakarta. Dua kali
Persebaya menjadi kampiun pada tahun 1978 dan 1988, dan tujuh kali menduduki
peringkat kedua pada tahun 1965, 1967, 1971, 1973, 1977, 1987, dan 1990.
Prestasi gemilang terus terjaga ketika
PSSI menyatukan klub Perserikatan dan Galatama dalam kompetisi bertajuk Liga
Indonesia sejak 1994. Persebaya merebut gelar juara Liga Indonesia pada tahun
1997. Bahkan Persebaya berhasil mencetak sejarah sebagai tim pertama yang dua
kali menjadi juara Liga Indonesia ketika pada tahun 2005 Green Force kembali
merebut gelar juara. Kendati berpredikat sebagai tim klasik sarat gelar juara,
Green Force juga sempat merasakan pahitnya terdegradasi pada tahun 2002 lalu.
Pil pahit yang langsung ditebus dengan gelar gelar juara Divisi I dan Divisi
Utama pada dua musim selanjutnya.






