salju

Jumat, 20 Februari 2015

SEJARAH MEMALUKAN INDONESIA SEPAKBOLA GAJAH INDONESIA 1998

SEJARAH MEMALUKAN INDONESIA
SEPAKBOLA GAJAH INDONESIA 1998
Image result for sepakbola gajah indonesia thailand

Saking kesalnya, permainan negatif pun diperagakan oleh Timnas Indonesia, diawali dengan lemparan ke dalam oleh Uston Nawawi kepada Aji Santoso lalu bola diberikan kepada Mursyid Effendy kemudian di passing kepada miro baldo bento terus diberikan kepada Kuncoro setelah itu bola pun dikembalikan lagi ke kaki Mursyid Effendy yang tengah berdiri bebas dekat gawang Indonesia tanpa ada pemain thailand yang mengawal.
Dengan satu sentuhan saja saat itu pun mursyid effendy melakukan tendangan sedikit melambung ke kegawang sendiri, bahkan kiper yang menjaga gawang saat itu hanya berdiam mempersilahkan bola masuk ke gawang nya, Mursyid dan pemain Indonesia lainnya pun langsung melakukan sebuah selebrasi kecil-kecilan berupa tepuk tangan diiringi dengan senyuman manis. Sungguh sebuah gol yang indah yang rela mengorbankan harga diri bangsa Indonesia Gol tersebut membuat skor 3-2 untuk keunggulan Thailand dan bertahan hingga pertandingan usai, kemenangan pun akhirnya dimiliki oleh Thailand, tampak terlihat senyum kebahagiaan para pemain Indonesia di layar kaca yang kala itu disiarkan langsung oleh stasiun televisi swasta, antv. Senyuman yang melegakan bagi mereka namun memalukan bagi rakyat indonesia. dengan kekalahan itu akhirnya indonesia berhasil menyingkirkan rasa takutnya pada timnas Vietnam kala itu, sebaliknya thailand harus menyiapkan “kuburannya” karena harus berhadapan dengan timnas Vietnam.
Seusai pertandingan menggelikan tersebut, ketua umum PSSI kala itu, Azwar Anas merasa yakin dengan tidak akan adanya sanksi bagi parodi lawak yang dilakukan para pemain indonesia di lapangan berkenaan dengan pertandingan gajah yang mencoret citra semangat sepakbola dunia. Dengan enteng pejabat era orde-baru tersebut melontarkan pernyataan “Tak ada aturan yang melarang sebuah tim sepakbola untuk kalah. Saya yakin tak akan ada teguran baik dari AFF maupun AFC karena hal ini,” ujarnya kala itu.
Namun ucapan orang nomor satu di PSSI kala itu ternyata salah besar, ucapan tersebut hanya menjadi sebuah kekonyolan yang tak kalah konyolnya dengan pertandingannya, nyatanya indonesia harus membayar denda sebesar 40 ribu dollar AS, memang itu sebuah sanksi yang tidak begitu berat tapi pertandingan sepakbola bak gajah tersebut mencerminkan buramnya potret per-sepakbolaan di tanah air hingga menjatuhkan harga diri bangsa.
Sampailah pada babak semifinal. seakan dihinggapi oleh sebuah karma, ternyata Indonesia dan Thailand sama-sama kalah pada pertandingan semifinal, indonesia yang diprediksikan akan menang mudah menghadapi timnas singapura ternyata harus mengakui kehebatan lawannya.
Akhirnya pertandingan final piala tiger 1998 pun mempertemukan vietnam dan singapura untuk saling berhadapan, ajaibnya saat itu singapura lah yang menjadi juara turnamen 2 tahunan tersebut. Indonesia harus puas menjadi juara ketiga seteleh pada pertandingan perebutan juara ketiga~indonesia menang adu penalti melawan thailand setelah 120 menit sebelumnya kedua tim bermain imbang 3-3.
Sebagai bangsa Indonesia kita pasti merasa malu, pertandingan tersebut merupakan pertandingan yang sangat memalukan dan memilukan bagi per-sepakbolaan tanah air, apalagi pertandingan itu terjadi pada event internasional yang tentunya bisa disaksikan oleh penduduk dari belahan dunia manapun. Indonesia menjadi terkenal kala itu, majalah olahraga terkemuka di amerika, “sport illustrated” kala itu menulis berkali-kali apa yang terjadi pada pertandingan paling menggelikan yang membuat manusia di planet bumi ini terguling-guling habis-habisan. Bahkan majalah tersebut rela mengorbankan kolom berita utamanya untuk menjadikan pertandingan tersebut sebagai bahan lelucon publik pecinta sepakbla dunia khususnya amerika sebagai sajian utamanya.
Setelah kejadian memalukan tersebut, Azwar Anas langsung mengundurkan diri sebagai ketua umum PSSI, posisinya digantikan oleh agum gumelar. Dan, sang pencetak gol bunuh diri Mursyid Effendy mendapatkan hukuman telak yaitu tidak boleh aktif dalam dunia per-sepakbolaan di kancah internasional seumur hidup.
Semua bertanya, siapa sebenarnya dalang dari semua tragedi ini? Sampai saat ini masih belum diketahui mengapa para pemain mengikuti sebuah instruksi yang konyol itu, yang berujung kekecewaan yang mendalam bagi rakyat Indonesia sehingga dampaknya memalukan dan melukai hati bangsa Indonesia.
Inikah mentalitas bangsa Indonesia hingga sekarang?


luvne.com resepkuekeringku.com desainrumahnya.com yayasanbabysitterku.com

0 komentar:

Posting Komentar